SILABUS KONSULTASI
PENDAMPINGAN KONSULTASI, TRAINING DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (S-MSDM)
1. KONDISI PERMASALAHAN DI ORGANISASI
Banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mengelola sumber daya manusia secara efektif, seperti ketidaksesuaian kompetensi, kurangnya sistem penilaian kinerja, belum terstandarisasinya proses rekrutmen, pelatihan, serta pengembangan karyawan.
Pengelolaan SDM yang belum sistematis dapat berdampak pada rendahnya produktivitas, tingginya turnover, serta tidak optimalnya pencapaian tujuan organisasi. Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (S-MSDM) hadir untuk membantu organisasi dalam mengelola SDM secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Namun demikian, organisasi sering mengalami kendala dalam:
- Menyusun kebijakan dan prosedur SDM;
- Menetapkan standar kompetensi jabatan;
- Melaksanakan penilaian kinerja yang objektif;
- Mengelola pelatihan dan pengembangan SDM;
- Mengintegrasikan sistem SDM dengan strategi organisasi.
2. OUTPUT YANG DIHARAPKAN
A. Kompetensi SDM
- Memahami konsep dan prinsip manajemen SDM;
- Mampu menyusun sistem pengelolaan SDM;
- Mampu melakukan analisis kebutuhan pelatihan;
- Mampu melakukan penilaian kinerja dan pengembangan SDM.
B. Dokumen
- Pedoman Sistem Manajemen SDM (Level I);
- Kebijakan SDM, SOP dan Prosedur (Level II);
- Standar Kompetensi Jabatan, KPI, Job Description (Level III);
- Formulir HR (rekrutmen, penilaian kinerja, pelatihan, dll) (Level IV).
C. Implementasi
- Sistem SDM berjalan secara efektif;
- Pengelolaan SDM berbasis kompetensi dan kinerja;
- Peningkatan produktivitas dan kinerja organisasi.
3. TUJUAN (HARAPAN)
Penerapan Sistem Manajemen SDM bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi. Secara khusus:
- Memiliki sistem SDM yang terstruktur dan terdokumentasi;
- Meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan;
- Menyelaraskan SDM dengan tujuan organisasi;
- Meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan;
- Mendukung keberlanjutan organisasi.
4. TAHAPAN KEGIATAN
- Pengkajian Awal (Gap Analysis Sistem SDM);
- Penyusunan Struktur Organisasi & Uraian Jabatan;
- Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan;
- Pelatihan Awareness Sistem SDM;
- Penyusunan Kebijakan dan Prosedur SDM;
- Penyusunan Sistem Rekrutmen & Seleksi;
- Penyusunan Sistem Penilaian Kinerja (KPI);
- Penyusunan Program Pelatihan & Pengembangan;
- Supervisi Penyusunan Dokumen S-MSDM;
- Supervisi Implementasi Sistem SDM;
- Evaluasi Kinerja SDM;
- Tindakan Perbaikan dan Pengembangan Sistem.
5. INPUT YANG DIPERLUKAN
- Struktur organisasi;
- Data karyawan;
- Uraian jabatan (jika ada);
- Data kinerja karyawan;
- Kebijakan internal organisasi;
- Rencana strategis organisasi.
6. TIM INTERNAL YANG PERLU TERLIBAT
- Top Management / Pimpinan;
- HRD / Personalia;
- Manager / Kepala Bagian;
- Seluruh unit kerja terkait.
7. FASILITAS YANG DIPERLUKAN
- Ruangan meeting;
- Dokumen dan data SDM;
- Komputer dan printer;
- Sistem penyimpanan data (digital/cloud).
8. WAKTU YANG DIPERLUKAN
Tiga Bulan
9. DASAR HUKUM
- Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
- Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
- Peraturan Pemerintah terkait ketenagakerjaan;
- Praktik terbaik (best practice) manajemen SDM.
10. STRUKTUR TIM PELAKSANA PEKERJAAN
a. Lead Konsultan (1 Orang)
- Minimal S1 (Manajemen/SDM/terkait);
- Pengalaman ≥ 5 tahun;
- Kompetensi di bidang HR Management.
b. Asisten Konsultan (1 Orang)
- Minimal S1;
- Pengalaman ≥ 3 tahun.
c. Project Coordinator (1 Orang)
- Minimal S1;
- Pengalaman ≥ 1 tahun.
11. HASIL PEKERJAAN
- Laporan kegiatan, berisikan hasil kegiatan dimulai dari tahap pengkajian awal sampai dengan pengesahan dokumen dipersiapkan sebanyak 3 (tiga) rangkap dijilid ring;
- Dokumen Sistem Manajemen SDM dalam bentuk hardcopy dipersiapkan sebanyak sebanyak 3 (tiga) rangkap dijilid lux;
- Dokumen Sistem Manajemen SDM dalam bentuk softcopy (flashdisk) dipersiapkan sebanyak satu unit ukuran 16 GB dan disimpan di google drive organisasi