Instansi Pemerintah banyak Tak Paham SOP

Intensitas kompetensi yang makin ketat membuat pelaku – pelaku bisnis memperbaiki kualitas diri, mulai dari sistem hingga sumber daya manusianya. Belum lagi tuntutan perkembangan pasar dan perubahan lingkungan.

Untuk itu, banyak perusahaan yang kecil hingga paling besar tak ketinggalan instansi pemerintah mempercayakan perbaikan sistem dan kualitas SDM di perusahaannya pada konsultan.
Qims Intrasindo, Consulting dan Training telah lama membantu perusahaan menerapkan Standard Oprational Procedure (SOP) untuk mencapai goal yang lebih baik.
Achmad Tirmizi, Presiden Directon Qims Intrasindo, dalam diskusi harian Tribun Medan di jalan Wahid Hasyim Medan, menyatakan SOP itu sangat penting untuk kepuasan pelanggan yang akhirnya akan berdampak pada kemajuan usaha.
“Hingga saat ini, bahkan tidak hanya perusahaan swasta yang kita tangani, instansi pemerintah pun seperti Badan Kepegawaian Negara, Kopertis, dan beberapa yang lain sudah menyadari pentingnya SOP yang merupakan titik awal menuju International Standard Operational (ISO) 9001:2008 yang kini banyak digunakan, “ujarnya, pada diskusi yang digelar pekan lalu.
Memang, menurut pria yang sudah mengembangkan sayap konsultan dan training-nya hingga ke Aceh ini, mind set adalah hal paling penting untuk kesadaran yang mengarah pada sistem yang lebih baku dan terawasi seperti SOP.
Menurutnya, banyak perusahaan bahka instansi pemerintah belum memberlakukan SOP, bahkan tidak tahu SOP. Padal untuk dikatakan sebagai perusahaan atau, pelayanan jasa masyarakat yang berstandar internasional, SOP ini menjadi pondasi awal. SOP ini, terangnya berwujud aturan main perusahaan dan sistem kerja sebuah perusahaan dan instansi. Perusahaan mengangkat karywan juga berdasrkan SOP ini. Menurutya, dari standar kualitas dan kuantitas kerja yang dipatok, perusahaan baru bisa memilih siapa saja yang diajak bekerja sama.
“Tak jarang banyak yang salah langkah, mereka rekrut karyawan, baru bikin SOP perusahaan, “imbuhnya.
Untuk menerapkan SOP membutuhkan proses yang agak panjang dan melibatkan banyak unsur pimpinana atau manajer. “Tidak gampang juga menerapkan sistem ini karena melibatkan banyak karyawan, sosialisasi,uji coba, pelatihan, pengawasan, implementasi, hingga audit SOP itu sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan badan profesional khusus untuk memastikan prosedur  itu agar berjalan lebih efektif:, ujarnya.
Walau membutuhkan proses yang cukup panjang untuk mencapai goal yang lebih baik dari SOP, sejauh ini Tirmizi mengaku hal itu sudah berpengaruh badan usaha selain sumber daya manusianya sendiri.
“SOP itu merupakan continual approvement pada SDM yang meliputi knowlegde, skill, dan attitude. Attitude ini yang paling yang paling mempengaruhi kinerja, ” ujarnya. Satu faktor yang bisa menatur attitude karywan adalah menerapkan reward dan punishment . “Hal ini sangat penting, reward dan punishment itu adalah motivasi bagi karyawan, mereka butuh penghargaan dan penilaian atas kinerja mereka. Tanpa ada keduanya jangan banyak berharap pada kinerja karywan Anda, ” paparnya.
Pemimpin, lanjutnya merupakan kunci utama terpenuhinya sistem dan standar ini, karena pemimpinan merupakan model utama sebuah perusahaan.
Tanpa SOP yang berjalan dengan baik, menurutnya perusahaan juga bisa berjalan limbung. ” Satu indikasiya, awak perusahaan sulit untuk diatur, banyak karyawan yang mengundurkan diri, tingkat PHK tinggi, dan tentunya saja penurunan kualitas kinerja yang diharpkan,”sebutnya.
Setelah SOP berjalan dengan baik, pencapaian standar kulaitas ISO sudah bisa dimulai walau masih dengan banyak lagi kriteria.
” Dari ISO dengan mudah top management mengawasi mutu usahanya karena targetnya terukur. nah, untuk mencapai itu dibutuhkan pusat pengendali dokumen, audit mutu internal, pelatihan kompetensi SDM, pengukuran kepuasan pelanggan , PDCA atau plan, do, check and action, dan sasaran kinerja yang jelas,” ujarnya.
Apa pentingnya penerapan ISO 9001:2008 ?

Menurut Tirmizi, label ISO 9001 merupakan standar sistem manajemen organisasi yang bertujuan agar organisasi tersebut bisa menghasilkan produk yang memberi konsumen.Penerapan standar bertaraf internasional ini, justru efektif menghemat biaya produksi.
“Beberapa perusahaan raksasa seperti Mercedez Benz menghemat biaya hingga Tp. 1 Miliar per tahun. Efek standar ini jangka panjang dan berkelanjutan.” katanya

Lembaga pemerintah Perlu SOP

Kamis, 3 Mei 2012

BANDA ACEH – Lembaga pemerintahan dinilai perlu memiliki panduan pelaksanaan kegiatan atau Standard Operating Procedure (SOP) untuk peningkatan kualitas pelayanan birokrasi pemerintahan. Hal itu mencuat dalam seminar yang digelar QIMS Consulting bekerja sama dengan Verification New Zealand (VNZ) yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (2/5).

Seminar bertema  Peningkatan Kualitas Pelayanan Birokrasi Pemerintah dengan Penerapan Sistem Manajemen ISO 9001:2008 itu, menghadirkan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Sumut-Aceh, I Nyoman Arsa, Country Director VNZ Victor Y Santosa, Kepala BKPP Aceh Nasrullah, dan Presiden Direktur QIMS Consulting & Training Achmad Tirmizi Hutasuhut.

Achmad Tirmizi Hutasuhut menjelaskan, pelayanan publik adalah rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Untuk itu diperlukan suatu Standard Operating Procedure (SOP) dalam melaksanakan kegiatannya. SOP merupakan panduan dalam melaksanakan kegiatan.

Seminar itu sendiri bertujuan untuk mensukseskan program pemerintah yaitu reformasi birokrasi.  I Nyoman Arsa mengatakan peningkatan kemampuan SDM dalam suatu organisasi sangat penting dalam mendukung program pemerintah.

Victor Y Santosa memaparkan badan sertifikasi ISO bertugas melakukan auditing terhadap kinerja suatu lembaga pemerintah, terutama terkait penerapan prinsip manajemen mutu ISO 9001:2008  dalam memberikan pelayanan publiknya.

“Secara kelembagaan suatu unit pelayanan publik akan memberikan pelayanannya secara berkualitas, cepat, tepat, murah, aman, berkeadilan dan akuntabel,” katanya.(yos)

Public Training “Membangun Strategi Organisasi Untuk Memenangkan Persaingan Bisnis”

Public Training Balance Score Card

Training Analisis Jabatan